Kisah Khalifah Umar bin Khattab (13 - 23 H)

Nama Lengkap : Umar bin Khattab bin Nafil bin bdul 'Uzza bin Rabbah.
Lahir : Mekkah 4 tahun sebelum perang Fijar.
Alasan diangkat : Setelah mendapatkan wasiat dari Abu Bakar yang telah dimusyawarahkan oleh para sahabat.
Masa jabatan : jabatan sebagai khalifah disandang selama 10 tahun.
Wafat : Pada usia 63 Tahun, dimakamkan di Madinah.

Riwayat Umar bin Khattab

Umar adalah salah seorang bangsawan Quraisy di zaman jahiliyah ia senantiasa diutus ke luar negeri untuk urusan siasat. Kalau terjadi pertikaian. diantara kaum Quraisy, Umarlah yang diutus untuk menjadi duta perdamaian. Kalau hal tersebut tak berhasil beliau sudi untuk maju ke medan pertempuran dan mempertahankan harga diri serta kemuliaan sukunya. 
Seketika Rasulullah diutus, dia termasuk salah satu musuh utama umat Islam yang amat keras, akan tetapi setelah beliau masuk Islam dia menjadi amat lembut, dan ialah satu-satunya orang yang berani menantang orang Quraisy.

Umar bin Khattab hijrah dengan cara yang berbeda dengan Rasulullah SAW, beliau keluar dengan menyandang pedang dan panahnya seraya berkata : "Hai orang-orang Quraisy, siapa yang ingin kehilangan anak lelaki kesayangannya atau anak-anak yang akan kehilangan ayahnya, maka cegatlah aku di depan sana. Karena pada hari ini, aku akan hijrah ke Yatsrib...”. Mendengar ucapan Umar, tak ada seorang pun yang berkomentar, semua terdiam karena takut ancaman dan gertakan Umar bin Khattab.
Rosulullah sangat mendambakan Umar bin Khattab masuk ke dalam agama Islam, beliau berdo'a. "Ya Allah muliakanlah Islam dengan salah satu dari dua orang laki-laki yang engkau cintai, Umar bin Khattab atau Abu Jahal bin Hisyam. Dan Allah lebih mencintai Umar.


Umar bin Khattab masuk ke dalam agama Islam, tak lain disebabkan senangnya ia mendengar bacaan Al Qur'an yang dilantunkan saudaranya, ditambah Umar adalah salah satu orang yang tak suka akan kebatilan yang terjadi selama zaman jahiliyah. Menurut Hilah bin Yasar, Umarlah yang menggenapkan bilangan kaum muslimin yang ke 40. 
Dengan masuknya Umar ke dalam barisan Islam, maka cahaya kemenangan dan kejayaan Islam mulai bersinar.. Dan tidak mengherankan jika ia tidak mau menerima segala pelecehan dan penghinaan terhadap keyakinannya. 

Bahkan lebih dari itu, Umar menuntut kejayaan syi'ar Islam diseluruh Jazirah 'Arab, dan sampai ke seluruh penjuru dunia. Maka mulailah Umar menyalakan api semangat ke dalam. hati kaum muslimin lainnya untuk berani mempertahankan prinsip-prinsip Islam dengan hati yang teguh dan keimanan yang kokoh. 

Diangkat menjadi khalifah

Setelah mendekati ajal, Abu Bakar bermusyawarah dengan beberapa orang sahabat dan mengajukan usulan, bahwa yang akan menjadi khalifah (pemimpin) umat Islam adalah Umar bin Khattab. Para sahabat menyetujui dan meridhoi akan pendapat Abu Bakar. Maka setelah wafatnya Abu Bakar, Umar bin Khattab dibai'at oleh seluruh umat Islam menjadi khalifah.

Siasat Umar bin Khattab 

Ketika menjabat sebagai khalifah, pribadinya amat mencintai rakyat, senang mencari barang yang dapat menghasilkan kebahagiaan semuanya. Siasatnya menimbulkan cinta didalam takut, memandang sama kepada rakyat, sehingga si kuat tak berani mengambil hak si lemah, sebaliknya si lemah merasa dibela olehnya, beliau paham kebiasaan adat Arab, kenal apa yang cocok dengan masyarakat Arab, dan masih banyak kelebihan Umar bin Khattab.
Ketika umat muslim menaklukan Palestina, pemuka-pemuka Nasrani bersedia takluk di bawah umat Islam dengan syarat Umarlah yang datang untuk menerima pengakuan takluk. Beliau datang dengan cara yang mengagumkan dan sederhana, beliau bergonta-ganti naik kendaraan dengan budaknya, sesampainya di Palestina Umarlah yang bertugas menarik tali kekang kudanya sedang budaknya yang mengendarai kuda itu. Maka kagumlah pemuka-pemuka Nasrani dan semakin menundukan hati mereka.

Dalam mengutus para gubernur dan pejabat negara ke suatu wilayah kekuasaan Islam, beliau menetapkan beberapa kebijakan dan ketentuan, diantaranya;
  1. Jangan mengendarai kendaraan mewah;
  2. Janganlah sering-sering mengkonsumsi makanan yang enak-enak;
  3. Janganlah mengenakan pakaian yang megah; dan 
  4. Janganlah menutup pintu rumah, sehingga dapat menghalangi rakyat untuk mengadukan keluhannya.
  5. Aku tidak menjadikan kamu sekalian sebagai aparat pemerintahan bagi kaum muslimin berdasarkan ras dan suku bangsa mereka. Oleh karena itu janganlah kamu memuliakan bangsa Arab, maka hal itu berarti kamu merendahkan mereka, yang berarti memfitnah mereka.

Penaklukan di zaman Umar ketika menjabat sebagai khalifah :

  1. Penaklukan Baitul Maqdis, tahun 14 H.
  2. Damaskus ditaklukan dengan dua cara, yaitu cara damai dan kekerasan, tahun 14 H.
  3. Hamsh dan Ba'albak ditaklukan dengan cara damai, tahun 14 H.
  4. Bashrah dan Abalah ditaklukan dengan cara kekerasan, tahun 14 H.
  5. Umar menghimpun orang-orang untuk melakukan sholat tarawih bersama sebanyak 20 raka'at. tahun 15 H.
  6. Daerah-daerah di Yordania ditaklukan dengan cara kekerasan kecuali Thabirah ditundukkan dengan cara damai, tahun 15 H.
  7. Terjadi perang Yarmuk dan Qodisiyah, tahun 15 H.
  8. Al Akhwaz dan Mada'in ditaklukan, pada tahun 16 H.
  9. Terjadi perang Jalalula Yazdasir putra Kisra berhasil dikalahkan, dan Tarkit berhasil ditaklukan, oada taun 17 H.
  10. Karena negeri ditimpa kemarau panjang, Umar mengajak masyarakat untuk sholat minta hujan.. pada tahun 17 H.
  11. Qisariah berhasil ditaklukan dengan kekerasan, pada tahun 19 H.
  12. Mesir ditundukkan dengan kekerasan, pada tahun 20 H.
  13. Maroko ditaklukan dengan kekerasan.
  14. Iskandariah nahwand ditaklukan dengan kekerasan, pada tahun 20 H.
  15. Azerbaijan ditaklukan, pada tahun 22 H dengan kekerasan. 
  16. Dainur, Hamdan, Tripoli barat dan Rayyi ditaklukan dengan kekerasan, pada tahun 22 H
  17. Sisa-sisa negeri parsia ditaklukan, kroman, Sajistan, Ashbahan. 

Sifat-sufat Umar bin Khattab

  1. Zuhud (tidak tertarik pada kemewahan / sederhana)
  2. Rendah hati
  3. Wara' (menjauhkan diri/menjaga diri dari perbuatan dosa)
  4. Tegas dalam menegakkan hukum
  5. Sayang terhadap orang lain

Wafat Umar bin Khattab

Umar wafat tahun 23 H bulan Dzulhijah 28/29. Dibunuh ole Abu lu'luah atau terkenal dengan nama Fairuz, seorang budak keturunan persia yang tidak senang akan kekhalifahan Umar. Beberapa pendapat mengatakan bahwa pembunuhan ini terjadi adanya propaganda Yahudi Bangsa Persia.

Ibrah dari Umar bin Khattab

  1. Sejarah mencatat, kerjasama antara Umar dan Ali, dalam roda kekhalifahan Umar, Ali menjadi Mustasyar awwal (penasihat pertama). Bagi Umar, Ali adalah sosok yang tepat dalam bermusyawarah menyelesaikan segala problematika, Setiap Ali mengusulkan pendapat, Umar menjalankannya dengan ikhlas.
  2. Sebagaimana khalifah Abu Bakar pada saat yang tepat, dimana tak layak menjadi khalifah pada saat itu kecuali Abu Bakar. Demikian pula Umar, beliau menjadi orang yang tepat untuk memegang khalifah pada saat itu, seorang yang berani mengokohkan kembali Islam sebagai bangunan dan negara, keyakinan di dalam jiwa; Sedang hal yang paling agung dilakukan Umar adalah Futuhat Islamiyah sehingga pada saat Umar memerintah dikatakan sebagai "Fathul Futuh". Membangun negeri-negeri Islam, membentuk dewan-dewan dan mengokohkan pilar-pilar Islam sebagai negara peradaban kuat di muka bumi.
  3. Abu Bakar memilih Umar bin Khattab dengan cara memberikan wasiat, sedangkan Umar memilih khalifah selanjutnya dengan menunjuk enam orang sahabatnya, pemilihan ini berdasarkan musyawarah dari keenam orang itu sendiri, kemudian bermusyawarah dengan umat Islam, dan di bai'at kaum muslim atau ahlu waadi wa'aqdi, Ali adalah orang yang pertama kali membai'at Utsman.
  4. Umar bin khattab adalah sosok pemimpin yang adil, bijaksana, zuhud, wara dan sederhana, tak ada pemimpin yang menyamainya dalam kekhalifahan dan kerajaan manapun, terkecuali Umar bin 'Abdul 'Aziz.



0 Response to "Kisah Khalifah Umar bin Khattab (13 - 23 H)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel