Dunia Sebelum Islam "Bangsa Arab"

BANGSA ARAB 

Masyarakat Arab dibangun di atas Framework peradaban Timur Tengah kuno yang telah mapan sebelumya, mereka telah mewarisi pola institusi yang turut membentuk jati diri mereka pada zaman modern. Sejumlah institusi tersebut mencakup tatanan masyarakat kecil yang dibangun berdasarkan ikatan keluarga, keturunan, kekerabatan dan ikatan etnis, masyarakat pertanian dan perkotaan, perekonomian pasar, kepercayaan dan lain-lain. 
  Masyarakat Arab merupakan masyarakat yang tidak dipengaruhi bangsa lain secara langsung, disebabkan faktor“ geografis negeri  Arab yang dikelilingi padang pasir amat luas. Sehingga dua kekuatan besar tidak pernah menginjakan kakinya di negeri ini.
  Beberapa faktor yang menyebabkan terbentuk dan terjalinnya hubungan dalam masyarakat Arab, antara lain faktor bahasa (Bahasa Arab), faktor satu sembahan (berhala), satu keturunan (Bangsa Smith). 

Asal-usul bangsa Arab

Asal-usul bangsa arab adalah merupakan keturunan bangsa Smith (saam). Bangsa yang menurut kitab Taurat mendiami diantara dua sungai besar Eufrat dan Tigris, yang berbangsa Saam dan berbahasa Saam. Oleh sebab itu para ahli purbakala mengatakan bahwa bangsa Arab merupakan satu asal dari bangsa Ibrani, Siryani, Asyur dan Kaldan. 

Para sejarawan Arab membagi bangsa Arab menjadi tiga bagian besar, diantaranya: 
1. Arab Baidah adalah bangsa Arab yang telah punah termasuk jejak-jejaknya. Beberapa kabilah yang terkenal dari bangsa Arab Al Baidah adalah. Kaum Tsamud, Kaum 'Ad, Thasam, Jadis dan Jurhum Awal.

2. Arab Al-Aribah adalah bangsa Arab Qahthan yang berdomisili di negeri Yaman. Kabilah-kabilah yang terkenal dari bangsa Arab Qahthan, antara lain : Jurhum dan Ya'rib. Dari Ya'rib lahirlah dua cabang besar yaitu: . Kahlan dan Himyar. 
Ketika orang-orang Yaman berhasil menciptakan kebudayaan, mereka pun membangun beberapa kerajaan. Di antara kerajaan-kerajaan yang terkenal adalah: Ma'in, Saba', Himyar dan lain-lain. 

3. Arab AI Musta'ribah adalah bangsa Arab pendatang yang berasal dari keturunan Nabi Isma'il as bin lbrahim as. yang datang ke Mekkah dan mendirikan Ka'bah. Dari keturunan inilah beberapa suku, di antaranya adalah Kinanah yang darinya lahirlah suku Quraisy. 

Agama sebelum datangnya Islam

   Sebagian besar penduduk bangsa Arab menyembah berhala-berhala dengan bentuk yang berbeda-beda. Jumlah berhala mereka sebanyak 360 buah, yang semuanya terletak di sekitar Ka'bah. Tiap suku memiliki berhala masing-masing. 
  Dalam abad ke-4 Masehl masuklah agama Kristen ke tanah Arab melalui Siria dan Ethiopia, agama Yahudi pun mendapatkan pengikut di tanah Arab. Kemudian lahirlah di dalam masyarakat Arab para pemikir yang ingin melepaskan bangsanya dati khurafat dan menyembah berhala. Mereka menganut ajaran nabi lbrahim As. mereka meyakini adanya tuhan dan hari berbangkit. 
   Tidak berapa lama turunlah agama islam. Agama yang lahir kepada para pujangga, ahli fikir dan cendikia. 

Suku Quraisy

   Tak ada satu kerajaan pun yang menjajah negeri Arab, disebabkan tanahnya yang gundul dan tandus, kecuali tanah Yaman yang subur pertanian. Yaman pernah dijajah oleh Ethopia tahun 570 M dipimpin oleh panglima Aryath. Pada tahun 571 M Aryath digantikan oleh Abrahah yang pernah mengarahkan pasukannya ke Arab (Mekkah) untuk menghancurkan Ka'bah, disebabkan ia tidak ingin gereja yang didirikannya di San' a (Ethiopia) tidak dikunjungi oleh kafilah-kafilah Arab. 
   Penduduk Arab pada saat itu tidaklah bersatu seperti saat ini, akibatnya tidak adanya kesatuan politik, terpecahnya kabilah-kabilah Arab. Tiap-tiap kabilah memiliki pemimpin mereka masing-masing yang bergelar ”syaikhul qobilah" yaitu raja yang tidak bermahkota.
  Suku Quraisy adalah penduduk yang berdomisili di sekeliling Ka'bah, tugasnya melindungi dan berkhidmat kepada tempat suci tersebut. Oleh karena itu, suku Quraisy sangat dihormati oleh kabilah-kabilah lain di tanah Arab. 
   Selain itu, Quraisy adalah bangsa yang sangat maju dalam bidang perniagaan. Mereka selalu mengikat kerjasama dengan bangsa lain yang telah memiliki kemajuan, sehingga pola dan tingkah laku masyarakat Quraisy berbeda dengan kabilah lainnya. 
   Dari kaum Quraisy ini, lahirlah Qushay bin Kilab kakek Rosulullah ke-5, ia sangat berjasa dalam menyatukan kembali suku-suku Quraisy yang telah terpecah-pecah. Dia mendirikan majelis (Daarun Nadwah) tempat bermusyawarah antara kaum Quraisy dalam berbagai hal. 
   Di zaman Abdul Muthalib, ia terkenal dengan penggali sumur Zamzam, pemegang kunci Ka'bah, dan penerima serta menghormati tamu-tamu Ka'bah, ketua Daarun Nadwah (MPR). Sehingga ia menjadi pemimpin kabilah yang sangat disegani oleh bangsa Arab. 

Jahiiiyah dan Sisa-Sisa Hanifiyah 

   Bangsa Arab adalah keturunan nabi Isma'il. Karena itu, mereka mewarisi millah dan minhaj yang menyerukan tauhidullah, beribadah kepada-Nya, mematuhi hukum-hukum-Nya, mengagungkan tempat-tempat suci-Nya khususnya Ka'bah (Baitul-Haram).
   Dalam beberapa kurun waktu, ajaran tersebut mereka memcampuradukan kebenaran dengan kebatilan yang menyusup kepada mereka. Seperti semua umat dan bangsa, apabila telah dikuasai kebodohan dan tukang-tukang sihir, maka masuklah kemusyrikan kepada mereka. 
   Amr bin Luhhayi bin Qam'ah, nenek moyang bani Khuza'ah adalah orang yang pertama kali memasukan kemusyrikan dan mengajak mereka kepada berhala. Akan tetapi, tradisi sisa-sisa hanifiyah masih mereka jalankan walaupun lama-kelamaan tradisi itu berkurang, dan diwarnai oleh kejahiliyahan mereka. Seperti : Tawaf, Haji, Umrah dan Wukuf di Arafah. 
  Kesimpulannya, pertumbuhan sejarah Arab hanya berlangsung di dalam naungan hanifiyah samhah yang dibawa oleh Abul Anbiya' lbrahim a.s. Awalnya, kehidupan mereka disinari oleh tauhidullah. Akan tetapi, sedikit demi sedikit mereka menjauhi kebenaran tersebut. 

Tamadu'n Bangsa 'Arab sebelum Datang Islam

  Penduduk Arab Utara adalah penduduk badui, yang kehidupan sosialnya tidaklah dapat berkembang (pada saat itu), disebabkan mereka tidak mau menetap pada satu tempat (nomade). Akan tetapi, penduduk Arab Selatan (Yaman). lebih suka ke kota-kota besar, bersosialisasi dengan penduduk kota. Karena itu, dalam kehidupan dan sistem kemasyarakatan telah ada kemajuan, dan dapat dilihat peninggalan-peninggalannya. Penduduk Yaman terbagi menjadi empat tingkat: 
1. Serdadu bersenjata, untuk pengamanan negeri;
2. Petani;
3. Kaum Buruh; dan 
4. Pedagang;

  Peninggalan kerajaan Yaman, seperti adanya bendungan di Ma'arib, yang digunakan untuk mengairi pertanian sehingga kemakmuran bangsa Yaman tercapai dengan baik.
  Disebabkan Yaman terletak di pertengahan, maka majulah hubungan perniagaan dengan bangsa lain, seperti hubungan perniagaan dengan negeri Hindustan yang menghasilkan barang-barang untuk digunakan oleh bangsa Asyur, Mesir dan Punisia, kemudian dari Afrika Timur melintasi daerah Yaman. Oleh sebab itu di Yaman didirikan pasar untuk menghubungkan perniagaan bangsa-bangsa lainnya. 
  Bahasa dan tulisan negeri Yaman, berdekatan dengan bahasa Siryani, bahasa Himyar dan tulisan Punisia. 
  Berbeda dengan penduduk Arab Utara, yang latar belakangnya ebih tertinggal dari bangsa Arab Selatan. Bahasa yang-digunakan adalah bahasa Arab Badui yang logatnya masih bersih dan belum banyak campurannya. Menurut Prof. Dr. Hamka, bahwasanya kemajuan bahasa bergantung kepada kepada kemajuan akal dan imu bangsa itu sendiri. 
  Selain dari bahasa, Arab Utara telah maju dalam berbagai hal, diantaranya : 
1. Pepetah-petitih; 
2. Syair; 
3. Ahli Pidato; 
4. llmu Keturunan; 
5. Cerita Pusaka; 
6. llmu Perbintangan (Astronomi); 
7. llmu berkuda; 
8. Memanah. 

  Dengan kata lain, bangsa Arab telah memiliki peradaban yang telah maju, walaupun masih belum sempurna. Dengan datangnya lsam semua adat istiadat Arab semakin bertambah maju dan lebih mementingkan moralitas kehidupan sehari-hari. Kemusrikan diubah dengan petunjuk yang telah diajarkan melalui Nabi Muhammad SAW, berpedoman kepada Al-Qur'an dan Hadits Rosulullah SAW. 

Rahasia Jazirah Arab sebagai Tempat Kelahiran dan Pertumbuhan Islam 

  Pada saat sebelum islam lahir, dunia sedang dikuasai oleh dua imperialis besar, Romawi dan Persia. Setelah itu menyusul Yunani dan India. 
  Persia adalah ladang subur berbagai khayalan dan khurafat, sedangkan Romawi dikuasai oleh semangat kolonialisme, negeri ini mengandalkan kekuatan militer demi mengembangkan agama Kristen dan mempermainkannya sesuai dengan keinginan hawa nafsunya yang serakah.
 Kedua negara tersebut (Romawi dan Persia) sama bejatnya dalam penerapan moral, kehidupan nista dan pemerasan ekonomi telah menyebar. ke seluruh negeri, akibat melimpahnya penghasilan dan menumpuknya pajak. 
  Sedang Yunani dan india, kedua negeri ini sedang tenggelam dalam lautan mitos-mitos verbal yang tidak pernah memiliki dan memberikan manfaat. 
  Sebab terjadinya kemerosotan, keguncangan moral, dan kenestapaan pada umat tersebut yaitu peradaban dan kebudayaan yang didasarkan pada nilai-nilai materialistik semata, tanpa ada nilai-nilai moral yang mengarahkan pada peradaban dan kebudayaan tersebut ke jalan yang benar. 
  Dalam buku 'Sirah Nabawiyah karangan Dr. Muhammad Sa'id Ramadhan Al-Buthi. Bahwa, bangsa Arab hidup dengan tenang, dan jauh dari keguncangan tersebut. Mereka tidak memiliki kemewahan dan peradaban Persia. Mereka tidak pula memiliki kekuatan militer seperti Romawi. Mereka tidak memiliki filosofis dan dialektika Yunani, yang mengarahkan pada mitos dan khurafat. Mereka seperti bahan baku yang belum diolah dengan bahan lainnya; masih menampakkan fitrah manusia dan kecenderungan yang sehat dan kuat, serta cenderung kepada kemanusiaan yang mulia. Hanya saja mereka belum memiliki ma'rifat (pengetahuan) yang akan mengungkapkan ke arah kebenaran. 
  Menurut Muhammad Mubarak, jazirah Arab terletak diantara dua peradaban, pertama : peradaban barat matrealistis yang menyajikan moral manusia tidak seutuhnya, kedua : peradaban spiritual yang menyajikan khayalan dan khurafat.
  Allah telah menghendaki Rosul-Nya seorang yang ummi dan kaum yang mayoritas ummi, agar mu'jizat kenabian dan syari'at islam menjadi jelas di dalam pikiran, tidak ada pembauran da'wah islamiyah dengan da'wah- da'wah manusia yang bermacam-macam.

Hikmah-hikmah Dhohir 

Selain itu ada beberapa hikmah yang jelas dapat dilihat dengan mata kepala kita masing-masing, yaitu : 
1. Allah menjadikan Baitul Haram sebagai tempat berkumpul bagi manusia. dan tempat yang aman ada di Makkah; 
2. Bahasa Arab, adalah sebuah bahasa yang amat istimewa dibandingkan dengan bahasa lain dimuka bumi ini; 
3. Secara geografis, jazirah Arab terletak ditengah-tengah umat sekitarnya, yang memudahkan dalam proses penyebaran agama Islam. 

Nah, begitulah penjelasan singkat tentang dunia sebelum Islam. Mudah-mudahan artikel ini bisa jadi bahan pengetahuan akan sejarah. ok terus pantengin ke artikel selanjutnya tentang Khulafa'ur rosyidin








0 Response to "Dunia Sebelum Islam "Bangsa Arab""

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel